Monthly Archives: April, 2010

Menyewa Pembaca Al-Qur’an untuk Orang Mati

Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdillah bin Fauzan Al-Fauzan hafizhohullah ditanya:

Seorang pembaca Al-Qur’an Al-Karim disewa oleh seseorang untuk membacakan Al-Qur’an sempurna (30 juz, penj.) dan menghadiahkan pahalanya untuk (keluarganya) yang telah meninggal dengan imbalan jasa insentif setiap bulan. Maka orang tersebut membaca surat Al-Ikhlas tiga kali dan menampakkan kepada yang menyewanya kalau dia telah menamatkan Al-Qur ’an, kemudian yang menyewa memberi imbalan jasa sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan. Dan hal itu berlanjut setiap bulan sampai beberapa waktu bahkan bertahun-tahun, apa hukum perbuatan itu, dan apa yang mesti dilakukan? Continue reading →

Iklan

Hukum Makanan dari Perayaan Bid’ah

Di negeri kami, sebagian orang mengadakan perayaan maulid dan selainnya dari perayaan-perayaan bid’ah. Kemudian mereka mengirim ke rumah kami sebagian dari makanan dari perayaan-perayaan tersebut. Apakah kami boleh memakannya?

Jawab:

Mufti Umum Saudi Arabia ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Muhammad Alu Asy-Syaikh pada malam Jum’at, 8 Sya’ban 1425 H, bertepatan 29/9/2004, menjawab sebagai berikut: Continue reading →

Bolehkah Perempuan Menyembelih Binatang?

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Dr. Sholih bin Abdillah bin Fauzan Al-Fauzan hafizhohullah ditanya: Apakah boleh seorang perempuan menyembelih binatang, ataukah pekerjaan ini hanya khusus untuk laki-laki?

Jawab:

Tidak mengapa seorang perempuan menyembelih binatang dan tidak ada perbedaan antara laki-laki atau perempuan, dan keduanya sama saja dalam hal itu. Karena seorang perempuan dahulu pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggembala kambing, kemudian serigala mengganggu seekor dari kambing-kambingnya dan mendapatinya masih hidup, kemudian dia menyembelihnya. Maka hal itu ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apakah boleh memakannya, maka beliau membolehkannya. Hal ini menunjukkan bahwa sembelihan seorang perempuan tidaklah mengapa dan hal itu sama dengan sembelihan seorang laki-laki. Dan Allah Ta’ala berfirman:

“Kecuali yang sempat kalian menyembelihnya.” (Al-Maidah: 3)

Maka hal ini mencakup semua orang muslim, baik laki-laki atau perempuan. Juga ahli Kitab, laki-laki atau perempuan, sebagaimana firman-Nya:

“Dan makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu.” (Al-Maidah: 5)

Maka sama saja baik yang menyembelihnya laki-laki atau perempuan dari Ahli Kitab, demikian pula orang-orang Islam.

Wallaahu a’lam.

[Majalah Ad-Dakwah no. 2089, 2 Rabi’ Akhir 1428]

Sumber: Majalah An-Nashihah, vol. 13 tahun 1429 H/ 2008 M, hal. 7.

29 April, 2010 22:25

ARTIKEL-ARTIKEL SEPUTAR ISLAM

1. Hukum Memelihara Anjing

2. Fatwa Ulama Seputar Hukum Bank

3. Hukum Menganggap Sial Angka Hari Atau Bulan Tertentu

4. Bisakah Melihat Allah di Dunia?

5. Dajjal, Manusia atau Jin?

6. Hukuman Bagi Pelaku Homoseksual

7. Perintah Membunuh Cecak

8. Bolehkah Wanita Haidh Masuk Ke Masjid?

9. Pedoman Bila Mimpi Bertemu Rasulullah

10. Kisah Terkuburnya Sebuah Desa di Dieng

11. Hukum Mencium Al Qur’an

12.

13. Bolehkah Mengunjungi Borobudur?

Semoga bermanfaat. Untuk artikel-artikel menarik lainnya bisa dilihat di sini.

Apa Saja yang Bisa Dijadikan Sutrah dalam Shalat?

Sutrah adalah sesuatu yang dijadikan sebagai penghalang, apa pun bentuk/jenisnya. Sutrah orang yang shalat adalah apa yang ditancapkan dan dipancangkan di hadapannya berupa tongkat atau yang lainnya ketika hendak mendirikan shalat atau sesuatu yang sudah tegak dengan sendirinya yang sudah ada di hadapannya, seperti dinding atau tiang, guna mencegah orang yang hendak berlalu-lalang di depannya saat ia sedang shalat. Continue reading →

Sepenggal Kisah Perjalanan Dakwah Syaikh Rabi’ di Sudan

Inilah sepenggal kisah perjalanan dakwah Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al Madhkhali hafidzahullah di Sudan yang sepatutnya kita jadikan teladan. Beliau hafidzahullah mengisahkan: Continue reading →

Bolehkah Membuka Hijab di Hadapan Waria?

Keberadaan pria setengah wanita (waria) adalah fenomena yang tak terelakkan dalam kehidupan masyarakat kita saat ini. Lepas dari sifat pembawaan, mereka sesungguhnya juga tumbuh dari lingkungan pergaulan yang memang jauh dari nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, tuntunan agama menjadi modal penting bagi kita untuk dapat menghadapi derasnya arus penyesatan. Lalu bagaimana tuntunan berhijab bagi wanita di hadapan waria? Continue reading →