Monthly Archives: Juni, 2011

CopypasteDiwarnet

Mengenal Jama’atul Jihad Al-Qaeda
http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/10/03/uraian-ringkas-tentang-jamaah-jihad-alias-al-qaidah-al-qaeda/

Apa Hikmah Adanya Pengaruh dan Gangguan Syaithan?
http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/09/24/apa-hikmah-adanya-pengaruh-dan-gangguan-syaithan/“>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/09/24/apa-hikmah-adanya-pengaruh-dan-gangguan-syaithan/

Sebab-sebab Jin dan Syaithan Mengganggu Manusia
http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/11/sebab-sebab-jin-dan-syaithan-mengganggu-manusia/

Hipnotis
http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/23/apakah-hipnotis-itu-ada-kaitannya-dengan-jin-dan-apa-hukumnya/

Inilah 3 Dosa yang Dianggap Remeh!
http://almadinah.or.id/233-dosa-yang-dianggap-biasa.html

Hukum Berobat dengan Barang Haram
http://tholib.wordpress.com/2009/10/08/berobat-dengan-barang-haram/

Larangan Shalat di Antara Tiang-tiang Masjid
http://tholib.wordpress.com/2008/09/19/larangan-sholat-di-antara-tiang-tiang/

Iklan

23 June, 2011 13:30

Budur2

i wajah, tangan dan kakinya. Akan tetapi panasnya tetap meningkat..

Aku mulai membaca Al-Qur’an dengan suara yang terdengar olehnya. Ketika aku berhenti sejenak untuk meletakkan kompres di atas kedua kakinya, ia berkata: “Nyalakan saja tape recorder untuk merekamnya.” Aku gembira dan berkata: “Engkau ingin mendengar bacaan Al-Qur’an wahai Adil?” Ia menjawab: “Tentu saja.”

Aku melanjutkan membaca Al-Qur’an hingga datang waktu kunjungan kedua. Datanglah berkunjung sebagian teman dan rekan-rekannya, di antaranya seorang temannya yang konsekuen dalam ajaran Islam, yang juga menyukai dan mencintainya. Ketika melihatnya, suamiku tampak gembira sekali. Ia mengulurkan salam untuk menyalaminya. Tetapi kegembiraanku lebih besar lagi. Aku pun mengulurkan tanganku dengan cepat dan menyalami suamiku itu. Dan ternyata itu adalah salam dan jabatan tangan terakhir dengannya…

Aku pulang ke rumah dalam keadaan hati kosong, jiwaku merasa sendu, aku amat sedih sekali. Aku memohon ketabahan dari Allah… Seiring dengan datangnya fajar di hari Selasa, muadzin mengangkat suara mengumandangkan adzan: “Allahu Akbar, Allahu Akbar…”

Adil membuka kedua matanya dan duduk tanggung di atas tempat tidurnya. Kedua matanya memandang ke arah langit. Kemudian ia kembali menurunkan badannya dan menutup kedua matanya. Ruhnya naik ke haribaan Allah…

Setiap manusia memiliki akhir kehidupan. Akhir kehidupannya telah tiba, pada hari ini. Pagi harinya ia masih menjadi penduduk dunia, di sore harinya ia telah menjadi penghuni akhirat…

Di pagi harinya, aku mencari orang yang mau mengantarkanku ke rumah sakit. Salah seorang tetangga secara suka rela mengantarkanku bersama istrinya. Aku merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi pada diri suamiku akibat panas yang terus-menerus…

Kami sudah berada di samping rumah sakit. Tetanggaku berkata: “Tunggulah di sini, biar saya bertanya tentang keadaannya…” Tetanggaku pergi cukup lama, atau hanya perasaanku saja yang demikian. Aku tidak mampu bersabar menunggunya. Ketika aku berniat masuk ke rumah sakit, tiba-tiba ia datang dengan menundukkan kepala. Ia berkata: “Suamimu sudah meninggal dunia, bersabarlah…” Aku bertanya: “Apakah mereka sudah membawanya pergi dari sini?” “Belum.” jawabnya. “Kalau begitu aku harus melihatnya.” kataku. Dan memaksa keinginanku tersebut. Kami pun bertiga, sementara aku sendiri mengulang-ulang firman Allah: “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un.”

Saya berjalan segera, mempercepat langkah menuju kamarnya, dan ternyata dia sudah membujur di atas kasur… dan ditutup dengan kain… saya membuka penutup… ternyata wajahnya penuh dengan ketenangan dan kabar gembira, saya tidak merasakan kecuali saya mengecupkan keningnya… Selamat masuk Surga… bertemu dengan bidadari, mereka menyuruh aku keluar sedang lisanku mengatakan: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”

Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini, dan berilah aku pengganti yang lebih baik… Benturan cobaan pertama itu begitu kuat, rasa sakitpun demikian besar, akan tetapi aku berharap pahala dari musibahku itu… Kami mengebumikannya di sini, di tanah yang dia cintai…

Keceriaan tampak pada orang-orang di sekitarku. Mereka menghitung-hitung kebaikannya, bagaimana ia menjaga shalat. Aku memuji Allah atas penutup kehidupannya yang baik itu…

Aku memikirkan keadaan hidup di dunia ini, bila ia memberi, pasti akan mengambilnya lagi, bila ia memberi kegembiraan, pasti akan membuat menangis, bila ia menyenangkan, pasti akan memberi kesedihan pula…

Hanya beberapa saat saja, aku berada di antara kegembiraan dan kesedihan, antara senyuman dan air mata…

Hari ini… Keterasingan kembali kepada diriku, aku kembali kepada kesendirianku. Aku kehilangan Adil, namun Rabb Adil tetap kekal adanya. Allah tidak akan menyia-nyiakan diriku dan juga putriku, Budur. Dia-lah Yang Maha Gengasih dari segala yang pengasih…

Sumber:
Perjalanan Menuju Hidayah karya Abdul Malik Al-Qasim (penerjemah: Abu Umar Basyir), penerbit: Darul Haq, cet. I, Ramadhan 1422 H/ 2001 M, hal. 222-232.

Budur

Malam-malam berbincang kepadamu bahwa kewajiban mereka adalah mencerai-beraikan yang selama ini engkau kumpulkan, maka dengarlah beritanya Waspadalah terhadapnya karena ia telah memberi nasihatnya
Perhatikanlah dirinya akan engkau dapatkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan pelajaran dari-Nya Apakah engkau pernah melihat satu hal yang baru yang tidak pernah rusak adanya
Dan apakah engkau pernah mendengar kejernihan yang tak pernah keruh zatnya? Continue reading →

Gratis majalah asyifa

Gratis Majalah ASY-SYIFA’ buat Blogger / Admin WebMajalah ASY-SYIFA’
http://asysyifa.com/majalah-sehat-islami-herbal-alami/pengumuman/gratis-majalah-asy-syifa-buat-blogger-admin-web.html

Lumba2, Siulannya Melebihi Kecepatan Sua

Seorang penulis esai Yunani, Plutarkh menulis, “Lumba-lumba adalah satu-satunya binatang yang mencintai manusia tanpa mengharapkan imbalan”. Mamalia yang masih satu kerabat dengan ikan paus ini, menurut The Word Book Encyclopedia juga dikategorikan sebagai hewan yang paling cerdas, selain simpanse dan anjing. Continue reading →

Seusai Shalat, Takbir ataukah Istighfar?

Oleh: Asy Syaikh Abdullah Al Mar’ie hafidhahullahu (Pimpinan Pondok Pesantren di Hadramaut, Syhr, Yaman)

Pertanyaan: Apa yang seharusnya langsung dibaca seusai salam oleh orang yang shalat wajib apakah bertakbir seperti yang terdapat di dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu atau beristighfar seperti yang terdapat pada hadits yang lain? Continue reading →