Monthly Archives: November, 2014

Gajah

.

7. Gajah

Al Fiil adalah surat dalam Al Qur’an yang artinya gajah. Binatang ini sangat tangguh digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Dalam surat Al Fiil, Allah menceritakan pasukan Abrahah yang berkendaraan gajah yang ingin menghancurkan Ka’bah. Namun sebelum niat itu terwujud, Allah telah menghancurkan mereka. Allah kirimkan kepada mereka sekawanan burung ababil yang kemudian menghujani mereka dengan batu neraka. Maka matilah mereka semua.

Gajah adalah binatang darat terbesar di dunia, dan merupakan satu-satunya mamalia yang tidak bisa melompat. Meski begitu gajah pandai berenang. Mereka menggunakan belalainya untuk bernafas ketika berenang.

Gajah mampu mendeteksi keberadaan sumber air dalam radius 5 km. Gajah memiliki indra yang tajam, terutama pendengaran dan memorinya. Di antara semua makhluk darat yang hidup saat ini, otak gajah adalah yang paling besar.

Kemampuan memori gajah dapat dibuktikan dari cara mengingat rute dan jarak tempuh perjalanan mereka, mengingat anggota satu koloni, serta kemampuan membedakan panggilan untuk masing-masing gajah lainnya. Gajah dapat memanggil gajah lainnya dalam jarak berkilo-kilo meter. Panggilan tersebut bisa melalui teriakan yang cukup keras atau dengan panggilan melalui tanah. Allahu akbar!

8. Nyamuk

Beberapa serangga disebutkan di Al Qur’an, di antaranya nyamuk dalam Al Baqarah ayat 26. Allah menyebutkan nyamuk sebagai perumpamaan untuk menguji manusia, apakah tetap beriman ataukah kafir.

Konstruksi tubuh nyamuk terbuat dari bahan khusus yang sangat ringan. Hal ini memudahkan mereka terbang dengan kecepatan tinggi. Luar biasanya, perkawinan antara nyamuk jantan dan betina terjadi di udara sambil terbang. Umumnya, nyamuk jantan terbang bergerombol sehingga terlihat seperti awan, kemudian sang betina akan masuk ke dalam gerombolan nyamuk jantan. Perkawinan tidak berlangsung lama, setelah kawin sang jantan akan kembali ke gerombolannya.

Setelah perkawinan, nyamuk betina membutuhkan protein untuk membantu tumbuh kembang telurnya. Itulah sebabnya, mereka mengisap darah manusia maupun binatang. Teknik pengisapan darah nyamuk sangatlah kompleks. Dengan sistem enam pisaunya, nyamuk memotong kulit seperti gergaji. Saat pemotongan kulit berlangsung, dikeluarkannya cairan pada luka yang membuat jaringan mati rasa, sehingga orang yang digigit tidak menyadari bahwa darahnya sedang diisap. Cairan ini juga mencegah pembekuan darah dan menjamin kelangsungan proses pengisapan.

Nyamuk terbang dengan sistem pengindraan khusus untuk mendeteksi tempat mangsanya. Dengan sistem tersebut, nyamuk menyerupai pesawat tempur yang dipersenjatai alat pelacak panas, gas, kelembapan, dan bau. Bahkan, serangga ini mampu melihat sesuai dengan suhu, sehingga mereka dapat menemukan mangsa dalam kegelapan. Masya Allah…

9. Ikan Paus

Kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam ditelan ikan paus diceritakan oleh Allah pada surat Ash Shaffat ayat 139-145. Memang, dalam terjemahan Al Qur’an tidak disebutkan nama ‘ikan paus’ melainkan ‘ikan besar’ saja. Namun dalam hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan jenis ikan tersebut, yaitu ikan Nun (paus).

Paus biru merupakan jenis ikan paus terbesar, panjangnya bisa mencapai 30 meter lebih. Entah teknologi apa yang dimiliki oleh paus biru. Sejak manusia belum mengenal sound system atau pengeras suara, suara paus ini lebih keras dari suara mesin pesawat jet, yaitu 118 desibel. Suara mereka bisa terdengar, meski jaraknya lebih dari 8.000 km. Belum ada penelitian memuaskan tentang pita suara paus biru. Dan uniknya, lidah mereka sangat berat, lebih berat daripada seekor gajah.

Sementara itu, selain banyak diminati untuk dikonsumsi manusia, sirip paus yang berpunggung bungkuk sangat efisien dalam mendorong paus untuk bergerak, meskipun ikan ini berukuran sangat besar. Sebuah desain yang tepat untuk berenang bagi paus. Efisiensi hidrodinamik terjadi karena adanya tuberkulum dari sirip ikan ini. Hal inilah yang mengilhami Biomechanist Frank Fish memasukkan desain dalam bilah turbin angin. Hasilnya, produksi energi yang lebih banyak dan lebih sedikit suara pada kecepatan rendah.

10. Ular

Kisah Nabi Musa ‘alaihissalam melawan para tukang sihir Fir’aun sudah sangat masyhur. Al Qur’an menceritakannya dalam surat Thaha ayat 65-71. Akhirnya para tukang sihir itu pun beriman kepada Allah setelah ular-ular mereka dimusnahkan oleh ular milik Nabi Musa.

Di dunia ini terdapat ribuan jenis ular yang berbisa maupun tidak berbisa. Jenis ular terbesar adalah Anaconda, dimana ular ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang 38 kaki atau sekitar 13 meter. Sementara jenis ular paling beracun di dunia adalah ular Taipan Australia, ular ini mempu membunuh 100 orang dengan bisa racunnya hanya dengan sekali gigit. Adapun King kobra adalah jenis ular berbisa terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 5 meter dan satu gigitannya cukup untuk mematikan seekor gajah.

Ular memakan mangsanya bulat-bulat; artinya, tanpa dikunyah menjadi keping-keping yang lebih kecil. Gigi di mulut ular tidak memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan sekedar untuk memegang mangsanya agar tidak mudah terlepas.

Jenis ular besar seperti piton (phyton), sanggup melahap anak kerbau sekali telan. Ular bisa memangsa hewan bertubuh besar, karena tidak memiliki tulang rahang. Dan, ia dapat membuka mulutnya sampai lebar sekali. Tapi ketika ular sudah makan binatang besar, gerakannya jadi lamban. Itu karena perutnya butuh waktu lama untuk mencerna. Selama itu, ia akan berpuasa selama berhari-hari, bahkan sampai 2-3 minggu.

Ular juga berpuasa saat ganti kulit, tidak meninggalkan tempatnya selama satu-dua pekan. Setelah tidak makan dalam kurun waktu lama, ular mendapatkan kulit yang lebih baik, lebih segar dan kembali bergerak lincah.

11. Sapi

Sapi mungkin adalah binatang paling populer dalam Al Qur’an, karena namanya diabadikan sebagai nama surat kedua sekaligus surat terpanjang yaitu Al Baqarah (sapi betina). Dalam surat ini Allah menceritakan tentang bani Israil yang suka banyak bertanya yang akhirnya malah menyusahkan diri mereka sendiri.

Sapi merupakan hewan herbivora (pemakan rumput). Uniknya, sapi tidak bisa menggigit karena tidak memiliki gigi atas bagian depan melainkan hanya lapisan padat dan keras pada rahang atasnya. Untuk memakan rumput, sapi menggunakan lidahnya yang besar untuk menggulung dan menariknya ke dalam mulut. Setidaknya sapi akan mengunyahnya 50 kali permenit.

Sapi termasuk hewan sosial. Mereka membentuk kelompok besar dan memiliki ikatan yang kuat sesama anggotanya dan menghindari kelompok lain. Bercak hitam pada tubuh sapi mirip sidik jari pada manusia. Karenanya, tidak ada satu sapi pun yang mempunyai pola bercak hitam yang sama persis dengan sapi lainnya.

Sapi mempunyai daya penciuman yang sangat tajam dan mampu mencium sesuatu yang berjarak 8 km jauhnya. Sapi juga dapat mendengar suara dengan frekuensi lebih rendah atau lebih tinggi dari yang manusia bisa dengar.

Hebatnya, di tanah berlumpur sapi bisa berlari lebih cepat daripada kuda. Hal ini karena kuku kakinya yang melebar sehingga tidak mudah terbenam ke dalam lumpur. Meski sapi bisa menaiki tangga, namun mereka akan kesulitan menuruninya dikarenakan lututnya tidak bisa menekuk dengan sempurna.

12. Domba

Dalam Islam, domba sering dikaitkan dengan syariat berkurban. Allah menyebutkannya pada Ash Shaffat ayat 102-107. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk menyembelih putranya, Ismail ‘alaihissalam. Tatkala keduanya telah pasrah dan Allah mengetahui kesabaran mereka, maka Allah gantikan posisi Ismail dengan ‘seekor sembelihan yang besar’. Ulama ahli tafsir menerangkan, bahwa itu adalah domba kibas berukuran besar.

Setiap tahunnya jutaan domba disembelih oleh umat manusia, baik untuk dikonsumsi sehari-hari maupun untuk hewan kurban. Menakjubkannya keberadaan domba terus terjaga sepanjang masa. Domba terus ada dan tidak punah walaupun setiap hari disembelih.

Seperti binatang ternak lainnya, domba juga termasuk hewan sosial. Mereka suka bergerombol saat mencari makan. Namun tidak seperti sapi, domba lebih selektif memilih rumput untuk dimakannya. Mereka memilih yang segar-segar dan menghindari yang terkontaminasi racun.

Domba memiliki visual 270 derajat, sehingga ia tidak perlu menengok untuk mengetahui yang ada di belakangnya. Hal ini karena posisi penglihatannya yang menyamping. Domba memiliki daya ingat mumpuni, mereka mengenali wajah teman-temannya dan juga manusia. Subhanallah…

Demikianlah fakta unik dari binatang-binatang yang telah disebutkan dalam Al Qur’an, semoga dapat menambah keimanan kita kepada Rabb semesta alam. Amin.

Wallahu a’lam bishshawab.

[Diolah dari berbagai sumber]

16 November, 2014 14:09

13 November, 2014 11:03

13 November, 2014 09:27

13 November, 2014 09:27

4 November, 2014 16:35